Jam 2 siang.
Hari ini matahari bersinar terik, untungnya nggak dingin. Gue baru aja selesai kuliah 4 jam non-stop, full on mata kuliah project management sama kelas filosofi. Sudah bosan disesaki dengan teori-teori untuk cari duit dan teori-teori utilitarianism bersama satu group yang selalu membisu kalau ada aktifitas group...(sialan, coba kalau itu otak gak dipake, mendingan di transplan aja deh buat nambahin kapasitas memori otak gue yang gak seberapa besar ini.)
Perut keroncongan, dari pagi belom makan...gak sempet...lagi-lagi karena ada group meeting, yang 2 dari anggotanya lupa kalau hari ini tuh ada group meeting, dan gue harus bangun pagi sia-sia. Sambil memaki-maki dalam hati dan membayangkan bakmi goreng di rumah, dan tempat tidur yang super empuk, gue nunggu di tengah jalan. Nunggu lampu merah nyala, dan nunggu tanda "manusia kecil" berwarna hijau nyala supaya gue bisa nyebrang jalan.
Dari arah berlawanan, ada gadis muda kira-kira sebaya sama gue, atau mungkin lebih muda 1 tahunan, berjalan, memakai kacamata hitam dan bertongkat. Gadis itu buta. Dia menyebrang jalan sedikit tertatih. Gue bisa mengendus bau-bau ketakutan dan ketidak pastian dari bahasa tubuhnya, tapi dia terus berjalan menyebrang. Dari tempat dia berjalan lampu sudah hijau, tapi dari tempat gue berdiri, lampu masih merah. Beberapa detik kemudian dia pun sampai di tempat gue berdiri dan dia pun bingung, haruskah menyebrang atau menunggu. Ada satu mobil yang datang dan melambatkan kecepatan....pengemudi itu dengan sabarnya menunggu gadis itu untuk lewat. Gadis itu menunggu dan meraba-raba jalan dengan tongkatnya.
Gue cuma berdiri memandangi, 2 atau 3 orang di sekitar gue juga cuma memandang, dan saat gue lagi mikir...perlu dibantu gak ya?...seorang lelaki dari kejauhan berjalan cepat menuju gadis itu dan menggapai tangan si gadis, dan membantunya menyebrang.
Idiot. Gue cuma bisa mengutuki diri sendiri.
Bener-bener idiot ... Maya maya... kenapa gak langsung aja sih nolong tu cewek nyebrang jalan, jelas-jelas gue lebih deket daripada tu cowok, tapi kok cuma berdiri aja...itu cowok dari jauh udah lari-lari cuman buat bantu itu cewek buat nyebrang...
Hari ini...moralitas gue mengkhianati segala prinsip. Dengan moral rendah seperti ini...apa gunanya menjejali otak dengan segala macam teori ideal tentang dunia.
Hari ini matahari bersinar terik, untungnya nggak dingin. Gue baru aja selesai kuliah 4 jam non-stop, full on mata kuliah project management sama kelas filosofi. Sudah bosan disesaki dengan teori-teori untuk cari duit dan teori-teori utilitarianism bersama satu group yang selalu membisu kalau ada aktifitas group...(sialan, coba kalau itu otak gak dipake, mendingan di transplan aja deh buat nambahin kapasitas memori otak gue yang gak seberapa besar ini.)
Perut keroncongan, dari pagi belom makan...gak sempet...lagi-lagi karena ada group meeting, yang 2 dari anggotanya lupa kalau hari ini tuh ada group meeting, dan gue harus bangun pagi sia-sia. Sambil memaki-maki dalam hati dan membayangkan bakmi goreng di rumah, dan tempat tidur yang super empuk, gue nunggu di tengah jalan. Nunggu lampu merah nyala, dan nunggu tanda "manusia kecil" berwarna hijau nyala supaya gue bisa nyebrang jalan.
Dari arah berlawanan, ada gadis muda kira-kira sebaya sama gue, atau mungkin lebih muda 1 tahunan, berjalan, memakai kacamata hitam dan bertongkat. Gadis itu buta. Dia menyebrang jalan sedikit tertatih. Gue bisa mengendus bau-bau ketakutan dan ketidak pastian dari bahasa tubuhnya, tapi dia terus berjalan menyebrang. Dari tempat dia berjalan lampu sudah hijau, tapi dari tempat gue berdiri, lampu masih merah. Beberapa detik kemudian dia pun sampai di tempat gue berdiri dan dia pun bingung, haruskah menyebrang atau menunggu. Ada satu mobil yang datang dan melambatkan kecepatan....pengemudi itu dengan sabarnya menunggu gadis itu untuk lewat. Gadis itu menunggu dan meraba-raba jalan dengan tongkatnya.
Gue cuma berdiri memandangi, 2 atau 3 orang di sekitar gue juga cuma memandang, dan saat gue lagi mikir...perlu dibantu gak ya?...seorang lelaki dari kejauhan berjalan cepat menuju gadis itu dan menggapai tangan si gadis, dan membantunya menyebrang.
Idiot. Gue cuma bisa mengutuki diri sendiri.
Bener-bener idiot ... Maya maya... kenapa gak langsung aja sih nolong tu cewek nyebrang jalan, jelas-jelas gue lebih deket daripada tu cowok, tapi kok cuma berdiri aja...itu cowok dari jauh udah lari-lari cuman buat bantu itu cewek buat nyebrang...
Hari ini...moralitas gue mengkhianati segala prinsip. Dengan moral rendah seperti ini...apa gunanya menjejali otak dengan segala macam teori ideal tentang dunia.
Bahkan untuk membantu orang buta nyebrang jalan aja, gue masih lama mikirnya.
Bener-bener idiot.
Bener-bener idiot.
1 comment:
no comment ah...
tapi liat sisi positifnya
biarpun lo gak bantu dia nyebrang seenggaknya lo gak dorong dia sampe ketabrak kan...(ah nenek, pemikiran yang aneh lagi)...
berusaha membela diri dilihat dari sudut tidak manusiawi....
Post a Comment