Tuesday, December 23, 2008

To hunt and capture happiness

Happiness is when I wake up and I can do my things slowly without being rushed
Happiness is when I see my father's eyes looking at me with pride
Happiness is when I talk to my friends and we understand each other perfectly and connect spiritually

Happiness is when I don't have to live out other's expectation
Happiness is when I dont live under other's rule
Happiness is when I look at my partner's eyes and all I can see in it is love

Happiness is


When I accept myself for who I am, then nothing else matters

because

You can't capture happiness, it has to come from within

Saturday, November 22, 2008

Tentang Nama*

Saya ituuu yaahhh, sayaaa ("maye bawel ah "terngiang-ngiang hujatan nenek setiap saya ingin bersenang-senang dengan indahnya bahasa, huruf dan kata-kata "baweeeelll")

Oh iya iya...kembali ke topik utama yang belum juga muncul-muncul.

Saya itu paling suka membuka-buka majalah komputer yang isinya duet maut kode html,
css dan ajax web developer dengan guratan-guratan vektor dan 'topeng' cmyk dan rgb
graphix designer. Gambarnya bagus-bagus, membuat hati saya bernyanyi-nyanyi senang.

"Surga duniawi" kata bang Kojak (siapa pula itu Bang Kojak?)

Di kitab suci kode dan vektor itu biasanya artis-artisnya di featured. Ada artis
(baca: seniman bukan selebriti) Italia yang beraliran Japanismo, dengan nama belakang
Satriani misalnya. Ada artis Russia yang beraliran Fontisnimso dengan nama belakang
Trochut misalnya. Ada artis Singapura yang beraliran wood-cut print bernama belakang
Yuen misalnya.

Sebagai orang Indonesia yang ber-expat di negara yang populasi domba-nya lebih banyak
daripada populasi manusianya (heiit bukan Mongolia saudara-saudara)...nama Indonesia
itu begitu orisinal, menarik dan...eksotik?kah?

Di antara nama-nama asing seperti Angelo, Ya Kan, Hibitsu, Radcliffe, Cross,
Bec...tiba-tiba....KURNIAWAN....
Kurniawan. bukankah pemilik namanya begitu mudah untuk ditebak darimana asalnya?

Bukan-kah nama Indonesia itu begitu menarik dan standout jika ditaruh di majalah
asing yang beredar di seluruh dunia yang notabene penduduk aslinya ber-nenek
moyangkan dari Ghaul, Dhanes dan Celtic? (baca: Bule).


Ah, tiba-tiba saya kepingin terkenal, masuk majalah dan kemudian mengganti nama saya
menjadi Sukiyem.

Wednesday, November 19, 2008

The survival guide for Indonesian

Green Power

Menjadi hijau bukan cuma sekedar trend 'musiman'. Mungkin kita berpikir kenapa kok tiba-tiba semua orang membicarakan green this and green that. Pemanasan global bukan cuma topik untuk dibicarakan supaya kita terlihat punya tingkat intelejensi, pemanasan global itu sedang terjadi dan kita sebagai manusia, saat ini cuma menerjang ke arah kehancuran.

Penduduk Eropa dan dunia Barat semuanya berusaha keras untuk mengerem pemanasan Global, hanya untuk disia-siakan oleh penduduk Asia.

Entah kesadaran untuk bangsa Indonesia sudah sampai tingkat keseriusan seperti apa, tapi saya cuma tahu satu fakta murni, jika pemanasan global sudah mencapai puncaknya, Indonesia termasuk salah satu pulau-pulau pertama yang bakalan tenggelam duluan.

Bayangkan efeknya...

200 Juta manusia...tenggelam. Makan air. Bayangkan efeknya terhadap kehidupan sosial. Listrik mati. Mau masak makanan pakai api? Apinya di bakar dimana? Mungkin negara kita bakalan jadi negara maritim secara harafiah alias orang-orang bakal hidup di kapal kaya di Kalimantan. (Itu juga kalau orangnya selamat).

foto source Getty Images photographed by Dorling Kindersley



Pertanyaan saya sekarang, negara mana yang akan menampung orang segitu banyaknya? Belum lagi hubungan diplomatik luar negeri kita nggak semaju negara-negara lain.


Mungkin kita semua menutup mata, atau merasa isu pemanasan global cuma sebuah cerita dari surat-kabar dan media asing yang ga akan berpengaruh terhadap kita. Fakta murninya; Hanya 10 inci kenaikan level air laut sudah cukup untuk membuat Indonesia menjadi Atlantis versi II. Jangan coba-coba berpikir untuk Imigrasi ke Singapura etc, kontinen Asia Tenggara termasuk kontinen high risk selain negara seperti Fiji, Tonga, Louisiana dan Virginia.

Kiamat mungkin sudah terlalu dekat untuk Indonesia. Kiamat Nabi Nuh style. Noah's Ark.


Kalau sudah begitu saya cuma bisa menyarankan beberapa saran;

1. Bikin perahu, makin kuat makin bagus (kalau bisa ada supply makanan kering yang bisa langsung dimakan tanpa dimasak)

2. Belajar bahasa asing; Pilih negara yang aman ditinggali saat pemanasan global sudah mencapai puncaknya, dan tinggalkan Indonesia sekarang juga.

3. Beli sepatu anti air, baju tahan air

4. Belajar navigasi laut, belajar baca map buat laut.

5. Mulai berpikir orang-orang yang baik terhadap kita, nggak semuanya bisa muat di perahu kan?

Semoga berhasil

Thursday, November 6, 2008

Saya dan teman-teman saya

fun irreplacable memories somewhere in 2002


Teman-teman saya adalah akar dari diri saya yang membuat saya seperti sekarang ini

Saya bersyukur karena nenek punya selera humor yang aneh dan bengkok, dia selalu mewarnai hidup saya dan membuat saya tertawa, sampai saat ini belum ada yang menyaingi dia dalam soal jenaka, bahkan di belahan dunia lain. Saya bisa berargumentasi bahwa nenek juga sangat artistik tapi saya malas mengakuinya karena saya sedikit kompetitif dalam soal artistik dan seni

Saya bersyukur karena Gita sangat simpel. Dunia Gita selalu merah jambu dan mudah dimengerti, saya tak bisa berargumen bahwa Gita tak pernah pikir dua kali dalam membantu orang lain (Masih ingat kecelakaan bus Bali Git? Gue masih) Gita juga saingan saya dalam soal lamanya berpergian ke alam lain (tidur).

Saya selalu mendapat stimulasi mental dan pikiran dari Sofi. Sofi berwawasan luas dan tidak pernah bias dalam sesuatu, entah bagaimana caranya dia selalu bisa berdiri ditengah-tengah sesuatu tanpa mengambil pihak. Saya lumayan iri karena Sofi akan bisa berbahasa 3 bahasa dengan fasih melebihi saya (huh)

Dalam soal solidaritas terhadap teman, Abay nggak bisa dikalahkan, dia juga saingan dalam hal makan-makan. Pencetus ide untuk senang-senang, selalu saja ada ide untuk pergi ke puncak bareng temen-temen, main billiard di tempat gelap temaram (ih), dan sebagainya.

Itulah saya dan teman-teman saya

Tuesday, November 4, 2008

I Love Boots

My Andrea Biani Boots 100% leather, 120% confidence

Gabriella Rocha Studio Christianna in Black; I want this so bad



Seandainya...

Seandainya saya tidak terlihat dodol memakai sepatu boot di musim panas
Seandainya memakai sepatu boot di musim panas itu nggak terasa panas di jempol-jempol kaki saya yang tidak sempurna pertumbuhannya...

Seandainya memakai sepatu boot di gym itu diperbolehkan
Seandainya memakai sepatu boot di kolam renang itu nggak membuat saya jadi topik baru skandal di universitas....


Saya akan memakai sepatu boot di mana saja, kapan saja, tak pernah kan kulepaskan...

Cintaku cintaku sayangku...sepatu boot-ku

Wednesday, October 1, 2008

Religion 101


(Pic attached: Boobs on bike parade)

Hari ini saya mau ngobrol soal agama.

Nggak, bukan karena saya adalah orang yang religius.

Bukan pula karena hari ini hari Idul fitri. Tapi karena hukum anti pornografi.

He? Hukum anti pornografi? Um...hemm...

"Apapun yang bisa membangkitkan gairah seksual adalah pornografi dan karena itu dilarang apa-pun bentuknya."

Beberapa hari lalu saya sedang menjadi hantu di internet dikarenakan tugas kuliah yang menumpuk. Tanpa sengaja saya baca berita bahwa di Indonesia, grup extremist Islam sedang mencoba menjadikan hukum anti pornografi legal.

For complete news check this site : http://www.thejakartapost.com/news/2008/04/02/suffering-pornophobia.html

Menurut saya itu goblok, tolol, terbelakang dan nggak perlu. Kenapa? Bukan karena saya pro grafik-grafik porno dan saya takut kalau saya nonton film bokep saya bakal ditangkap. Bukan pula karena saya anti agama Islam, lah gimana mau anti kalau dari lahir sudah dicap Islam dan dibesarkan dengan cara Islam?

Menurut saya itu goblok, suatu langkah menuju ke belakang. Kenapa? Mari kita kembali ke habitat manusia yang, 'semakin dilarang, semakin penasaran.'

Indonesia - Jakarta yang saya tinggalkan 6 tahun lalu, adalah tempat yang sangat tidak nyaman untuk ditinggali oleh kaum wanita.

Wanita jalan malam diperkosa - "Yah gimana, cewek malam-malam jalan sendirian sih,"

Wanita pakai rok pendek diperkosa - " Yah gimana, abis roknya pendek banget, kaya minta aja"

Wanita pakai kaos tangan buntung karena udara panas, "Pamer kulit tuh, pamer."

F*#@!!!!!!!!!!!!

Selalu aja salah cewek. Jadi kalau cewek cantik sedikit, mulus sedikit, bukan salah cowok mereka diperkosa atau di colek di sarana transportasi umum, atau disiul-siulin.

Bukan salah cowok kalau mereka tuh nggak hormat, nggak sopan, ngganggep cewek sebagai objek pemuas napsu..nggak tentu aja bukan salah cowok. Cowok cuma jadi cowok, hormonal, hornian...wajar. Ibarat kucing dikasih dendeng, bukan salah kucingnya ngambil dendeng di meja makan, salah dendengnya kenapa ada di meja makan?

Moral cowok Indo - walaupun nggak semua kaya gitu, hampir semuanya kaya gitu.

Definisi dari "Apapun yang bisa membangkitkan gairah seksual adalah pornografi dan karena itu dilarang apa-pun bentuknya" itu apa?

Konteksnya terlalu general, terlalu luas. Jadi kalau cewek senyum dan cowoknya horni....itu pornografi? Jadi kalau cewek lewat jalan cowok horni....itu pornografi?

Sekarang kalau emang cowok itu hormonal dan gampang horni...kalau gitu cowok duduk di mobil, kereta, bus dan transportasi itu goyang dan 'adik'nya cowok itu berdiri....sarana transportasi itu pornografi?????

NGGAK MASUK AKAL. BODOH. TERBELAKANG.

Ditempat dimana saya tinggal sekarang, pornografi legal, gay legal, tempat jualan sex toys legal...(adalah suatu tempat dimana orang2 beragama dan religius menyebutnya sebagai tempat setan).


Tapi di tempat saya, cewek dihormati lebih daripada cowok.
Statistic pemerkosaan rendah
Statistic sexual abuse rendah
Statistic kriminal rendah
Statistic penggangguran rendah. Kenapa? Karena yang dilarang itu menyebabkan masalah.

Contoh

Dengan porno (DP) : Horni - masturbasi sendiri.
Tanpa porno (TP) : Horni - tunggu cewek lewat, *perkosa*

DP : cewek telanjang - biasa aja kok, cuma toket doang
TP : cewek telanjang - Gilaaaa adik gue berdiri *perkosa*

DP: Malam pertama - This is how you should treat a woman (providing the porn that you watch is not beastiality)
TP : Malam pertama - *shut - brek - selesai* (5 menit)

Bener-bener deh....kalau agama cuma mempromosikan betapa rendahnya wanita, menghambat produktifitas, saya lebih baik jadi Atheis.

Saturday, September 20, 2008

Hobby


I have forgotten how I liked photography, it's probably been about 3 or 4 years since I shot a creative photo. Anyway this guy certainly is inspiring. The photo is about the protest held in France, check out the Sarkozy's mask!

The amazing photographer who shot this pic is Hughes Leglise-Bataille - photojournalist from France. More info on him can be found here http://www.lightstalkers.org/hughes_leglise_bataille

I'm so going to shot some pic soon. I hope everyone is as inspired as me after seeing this photo.

Wednesday, September 10, 2008

Gecko di belakang mangkok buah

Saya ga takut sama yang namanya serangga. Laba-laba, kecoak, tikus...you name it...sebodo teing lah, saya udah mahfum berbagi bumi sama mereka. Toh sama2 warga bumi. Tapi saya sebel banget sama yang namanya cicak. Atau kalao di Australia sebutan kerennya Gecko.

Gecko...saya benci banget. Berisik....badannya tembus pandang, terus kalau ganti ekor suka seenak jidat. Lagian waktu kecil saya udah kejatohan cicak 5-6 kali. Termasuk sama ekornya...sebelnya bukan main. Jijiklah istilahnya. Belom lagi teh manis saya suka kemasukan cicak. Plus saya inget banget pernah ambil kecap manis yang didalemnya ada cicak mati. Pokoknya gak impresif deh.

Saya punya kebiasaan haus malam2...jam 2-3 gitu bangun buat minum air. Nah deket dispenser aqua di rumah bonyok tuh ada meja makan dan ada mangkok buah. Bayangin aja malem2...setengah bangun setengah tidur, minum, naroh gelas, terus tiba2 cicak loncat dari belakang mangkok buah. Loncatnya ke kaki lagih.....rasanya? gak terbayangkan....kaget, trus kaki rasanya lengket hiihh....

Bikin kerjaan. Malem2 harus cuci kaki pake pemutih baju atawa bleach. Biar ga kurapan. (Asumsi sendiri). Pokoknya saya sebellll sama cicak!!!

Di tempat saya tinggal sekarang ga ada satupun species yang bernama cicak. paling sering ngeliat laba-laba. Toh ga masalah karena menurut saya laba-laba itu keren. (Kebanyakan baca komik Marvel sepertinya). Nah kalau akhir tahun nanti saya pulang ke Jakarta harus menemui cicak2 yang matanya belo dan suka mengintip dari balik mangkok buah....

Phobia deh rasanya.

Monday, August 18, 2008

Tentang Langit, Bumi, Bulan dan Bintang

Hitam adalah malam
Hitam adalah warna punggung langit sewaktu mentari tiada
Hitam adalah saat dimana bintang-bintang datang kepada langit
Bercerita dan bermain-main di atas punggungnya

Starla adalah bintang Selatan dimana langit menaruh hatinya
Starla adalah bintang yang paling terang dimana candanya senantiasa menemani langit hingga terang
Starla adalah bintang yang paling gemilang di punggung langit
Dan langit mencintainya karena itu

Saat hitam bertemu Starla
Nafas penghuni langit terhenti
Nyawa manusia yang rapuh terkagum-kagum melihatnya

Starla menyukai malam
Karena hanya dalam malam ia bisa bertemu dengan pemuda itu
Anak manusia nan rapuh
Namun dari bibirnya senantiasa terucap kata-kata indah dan manis tentang Starla
Membuat Starla kian bersinar hingga harus diusir sang Mentari

"Kau yang tercantik, terindah, bintangku yang paling terang,
Ingin kupetik indahmu dan kubawa ke dalam pangkuanku
Tidakkah kau kesepian di atas langit?
Untuk siapakah kau bersinar begitu gemilang?
Sang Bulan terlihat begitu pucat di dekatmu"

Begitulah sang pemuda bersyair, beratus-ratus malam setiap kali ia bertemu Starla
Starla yang begitu murni, hatinya pun jatuh untuk pemuda itu
Namun bagaimanakah caranya Starla menggapai sang pemuda?
Dia begitu tinggi di punggung langit
Dan pemuda itu terbaring nyaman di atas rumput bumi yang hangat

Langit yang begitu sibuk menyangga semesta
Tak sadar Starlanya telah jatuh hati kepada anak manusia
Bulan yang pencemburu
Membenci Starla si bintang Selatan

"Kau mau tahu? Caranya bersatu dengan pemuda itu?" Bisik bulan di malam yang hening
Saat langit tertidur pulas dan bernafas pelan.
Starla yang membuncah karena bahagia
"Bagaimanakah? Tolonglah aku wahai Bulan yang begitu bijak" ucap Starla

Bulan tersenyum tipis, di antara awan-awan putih ia menari pelan, berjinjit-jinjit bagaikan hantu, supaya langit tidak terbangun.

"Lepaskan ekormu dari punggung langit, dan kau akan menerjang bumi, menuju anak manusia itu, menuju cintamu" bisik Bulan.

"Tetapi, bukankah aku tak dapat kembali kesini jika kulakukan itu?" tanya Starla si Bintang Selatan.

"Percayalah, jika kau bahagia di pangkuan pemuda itu, kau tak akan ingat akan kehidupan ini," bisik bulan lamat-lamat dan ia pun menghilang dengan selimut awan putihnya.

Angin berbisik kepada sesamanya, mendengarkan dengan hati-hati.

"Maafkan aku langit, aku mencintai anak manusia itu...Starla memandangi langit yang tertidur, karena langit menyediakan punggungnyalah Starla dapat hadir dalam malam. Kini...Starla melepaskan ekornya dari punggung langit dan seketika ia meluncur jatuh ke dalam bumi.

"Tempatmu bukan disini wahai Starla penghuni langit," ujar Bumi yang terkejut.
"Aku mencintai pemuda itu Bumi, biarkanlah aku lewat."
"Tapi, tidakkah kau tahu? Tamengku ini menghancurkan apa saja yang bukan berasal dari bumi. Dia tidak akan mencintaimu lagi jika ia melihatmu nanti.Kembalilah ke punggung langit." Bumi berujar.

"Tidak, dia akan mencintaiku, selama ini dia selalu ingin membawaku ke pangkuannya" ujar Starla tak gentar menembus tameng bumi.

Namun Bumi yang telah dicipta untuk menjadi kuat. Tamengnya menghancurkan Starla. Sinarnya yang terang meredup. Wajah Starla terbakar, hitam, bopeng dan kusam. Helaian rambut tebalnya jatuh menjadi serpihan debu. Namun ia berhasil mencapai bumi...tergeletak di atas gunung di mana sang pemuda senantiasa bercengkrama.

Kini Starla hanya bisa menunggu, hingga pemuda itu datang untuk melihatnya. Hatinya berdegup-degup penuh harap.

Tak berapa lama pemuda itu tiba di atas gunung. Ia melihat sebuah bongkahan batu yang hitam dan pemuda itu mengernyitkan alisnya.

"Bintang jatuh..." ujarnya tak perduli, lalu melangkah menuju tempat kesukaannya.
Starla terdiam, menunggu agar sang pemuda segera memeluknya.
Pemuda itu terdiam melihat langit, menunggu agar bintang Selatannya muncul.

Hanya dalam harap keduanya bertemu
Begitu dekat namun begitu jauh.

Pemuda itu pun berseru heran, karena tak dapat menemukan bintang Selatannya.
Di putar-putarnya teropong bintang miliknya, dan saat itu dia menemukan sesuatu yang lain,

"Venus!" Ujar pemuda itu..."Selama ini...aku mengabaikan indahmu. Venus si dewi cinta, yang tercantik di jagat raya ini. Aku akan datang lagi esok cintaku." Pemuda itu dengan cepat beralih perhatiannya ke Venus.

Starla hanya bisa menangis pelan, ketika pemuda itu pergi membawa teropongnya pulang.
Dalam sedih Starla berusaha berjalan, kembali pulang ke punggung langit.
Namun setiap kali ia bergerak, bagian-bagian tubuhnya menjadi serpihan abu hingga tak tersisa dan menghilang.

Langit bergemuruh kencang. Angin telah menceritakan semuanya. Tentang cinta Starla, tentang tipuan Bulan dan tameng bumi. Begitu marahnya langit karena kehilangan cintanya. Mentari tak dapat bersinar terang. Selimut hitam langit menyelimuti seluruh jagat semesta.

"Angin, badai," teriak langit, "temukanlah Bintang Selatanku."
Pasukan angin menghantam seluruh jagad bumi, menghancurkan segala yang dilewatinya.

Langit beradu dengan bumi, meninggalkan petir dan kilat dalam argumennya.
Bumi yang kuat berputar, dan berkata, "Dengarlah, aku telah mengatakan kepada Starla apa yang terjadi jika ia melewati tamengku, namun ia tak mau mendengarku. Kau boleh mencarinya dengan angin jika kau mau, tapi itu bukan salahku."

Langit yang kehilangan harap, 7 hari 7 malam dia beradu dengan bumi yang begitu kuat, namun bumi tetap berputar. Langitpun menangis. Serpihan-serpihan tangisnya menjadi hujan deras. Mencari serpihan-serpihan Starla yang hilang ditelan bumi.

Bulan yang terhukum, tak lagi bisa bertemu kekasihnya bumi dan menunjukkan bulat sempurnanya kepada bumi. "Delapan fase!" teriak langit, "kau harus melewati 8 fase hingga kau bisa melihat bumi."

Starla tak pernah kembali ke pangkuan langit. Gemuruh angin adalah saat Langit berusaha mencari Starla. Petir dan kilat saat ia beradu dengan bumi. Hujan kala ia menangis.

Masih cinta langit begitu dalam kepada Starla.
Dalam debu, dalam rindu.

Monday, August 4, 2008

Monday, July 28, 2008

Lima

Generation X

Overeducated
Underemployed
Understimulated

Kebanyakan mikir, tapi ga berbuat banyak
Banyak hiburan, tapi mengeluhnya bosan
Nggak punya banyak duit, tapi ga suka bekerja
Ada teman tapi mengeluhnya kesepian

Di tengah-tengah keramaian dan wajah-wajah asing tak dikenal
Saya sering bertanya
Kepada langit
Kepada aspal
Kepada asap knalpot kendaraan bermotor

Kenapa saya ada di dunia ini?

Tuesday, July 15, 2008

Three for a party

What would a girl be?
Without nice shiny hair
Soft red lips
Slanted eyelashes like butterfly
Curveous waist line
Ample sized bossom?

Let's dance to Joy Division!!!

O how I love it when you kiss her lips
I want you to take her from behind
Grab her shiny hair
Hold her waist line
Bite her ample sized bossom

Let's dance to Joy Division!!!

My blood boil when I see it
Not in anger but in excitement
Only one thing I'd like to ask

May I join?
Two for company but three is a party

Cita citakoe : TOP TEN Loh

1. Astronot
2. Penulis buku romantis
3. Penulis cerita bokep
4. Pencari harta karun (kaya Tomb Raider gitu)
5. Sutradara film Cult.
6. Sutradara film bokep
7. Pelukis Expressionist
8. Pelukis Bokep
9. Bos Gede
10. Perampok Bank

Sekian. Dari. Gue.

Tuesday, July 1, 2008

Welcome to the real world!

"Saya akan memberikan jawaban dalam waktu satu minggu."
Manager dari kantor advertising itu berkata.
Tsk. Terlalu lama menunggu satu minggu. Hidup gue tidak bisa berhenti untuk satu minggu. Ah mungkin lebih baik cari kerja baru.

Berawal dari iklan di internet. Iklan yang begitu santai...
"Dibutuhkan....online media assistant untuk menggunakan google advertising software."
Tanpa berpikir dua kali gue mengirimkan surat dan resume pada perusahaan tersebut.

2 Hari kemudian gue dipanggil untuk interview,
Kantornya menyilaukan mata, dengan lampu putih dimana-mana.
Lantai marbel putih yang sepadan dengan meja dan sofa ruang tunggunya yang serba putih.
Pakaian gue yang hitam-hitam sangat kontras dengan kantor tersebut.
Nama nama stasiun TV besar dipajang disamping monitor LCD super besar.
"Wow.." gue pikir terkagum-kagum. Kok gue bisa bisanya dipanggil interview buat kantor gede gini yah? Hanya seorang mahasiswi asing tanpa pengalaman kerja di kantor advertising.

Membosankan.
Jadi orang dewasa itu benar-benar membosankan
Sejak kapan impian gue berubah menjadi pekerja di kantor korporat?
Gue jadi inget lirik lagu No such thingsnya John Mayer
"Take a seat, take your life..
Plot it in black and white..."

Membosankan.
Membayar tagihan listrik
Telepon
Internet
Belanja makanan bulanan
Semuanya membosankan...

Seandainya gue masih bisa bersantai santai di rumah dengan sweater kegedean
Menonton puluhan DVD dan anime dari matahari terbit sampai terbenam sampai terbit lagi
Keluar masuk toko baju dan sepatu (window shopping, store hopping hehe)
Seandainya.....
Seandainya gue dibayar cuma untuk nonton film
Seandainya gue dibayar untuk dengerin musik
Dunia gue bakal seribu kali lebih indah dari sekarang

Welcome to the real world!!!
Dimana kita hanya sebuah nama tak berarti
Sampai kita menjadi 'seseorang'

Sepertinya malam ini gue harus menatap layar putih laptop gue lagi....

Tuesday, January 1, 2008

Whatever

Sometimes,

It feels so good to be alone.
Contemplating, in silence. Sometimes I think to myself, why does human have to be so contradictory. One time they want one thing, and another time they want another thing.

For one thing, I don't believe that human, is a social creature. It is social in the context that we need other people to fulfill our needs. For instance, would you be-friended someone who does not neccessarily have any value or can offer you what you want? Every little things about human being, their social interaction are based on what can you give to me, and what I can give to you.

There are no such things as friends just because you want to be friends. You want to be friends with them because they can offer you what you want, such as giving you company, giving you a shoulder to cry on, giving you attention, giving you a place to confide private matters and so on.

Why, do you think, people seek people who possess listening ability? It is because listening is harder than talking. When people listen to our story, we feel appreciated, we feel respected and we feel comfort. More often than not, we, sometimes forget to give a chance for the other person to express their opinion. We become self centred, amused by our own stories and trivia matters. We should be considerate, keep in mind that listening can be boring, and hard for that other person that we're talking to. Why does it matter anyway, to express unimportant stuff such as that new TV shows, and stuff like that. Might as well face the wall or get a cat/ plant whatsoever and talk about that, because those things wouldn't be bothered or bored by our own self love by talking about ourselves.

Sometimes I think talking is useless.

What is the point of talking anyway, trivia matters such as the things that I like, or opinion, does it matter anyway? Sometimes I'm just too lazy to express it, because I don't think it matters nor easily understood. The only person who can understand what's going through your own head is yourself. At best, we might seek second or third opinion from other people, but in the end, it comes down to yourself anyway.

Although having said that, I don't really dislikes talking and listening, if anything, I love conversation to its core. What's more pathetic than talking about trivia matters are those who talk about A but doing B. In other words, their action does not justify the words that comes out from their mouth. Intriguing. Why is it intriguing? Because most of the times, they didn't realise this. Subconscious level is very strong.

People, people, people. The human race are very intriguing. Why does one, does what one does? For what reason, and why, and is that reason important anyway?

The universe remains a mystery, but so does the creature that lives inside it.