Sunday, October 21, 2007

For the very best friend come a very best wishes



Two days ago, my best friend Meli had her birthday. I wont hide the fact that I forgot her birthday, nor wont I hide the fact that this flower was from Yahoo News (Under the headlines of "Couple files lawsuit against their florist on the wedding day.)
Tapi nenek,

Have a happy belated birthday Meli!!
I'm you're friend forever and always and that's a promise


Maaf ya, tahun ini tidak ada hadiah, tidak ada canda tawa dari gue.
Tapi yang jelas ada doa tulus dari hati.

May everything that you wished for will come true

Saturday, September 29, 2007

100% saline

Courtesy of AJ.

Yahh, buat yg suka pake contanct lens, pasti tau donk saline itu apaan? Saline alias cairan pembersih lensa plus buat rendem lensa overnight juga.

AJ temen gue anak bio-cem lumayan kaget karena sebulannya gue harus bayar sekitar $30 sebulan buat beli saline. AJ bilang saline itu sebenernya sama aja kaya air mata. Dan dia jelasin lagi air mata itu sama aja kaya air dan garam. Intinya dia bilang ama gue, daripada beli Saline mendingan bikin saline sendiri...yaitu dengan mencampur air sama garam.

Mengikuti sarannya AJ, gue coba ambil botol air minum kosong, isi dengan garam dan air. Dan wahh ternyata berhasil....gue bisa rendem contact lens gue tanpa harus beli saline atau cairan pembersih contact lens di toko! Jadi sekarang gue bisa save $$$!

Yah jadi buat para pemakai contact lens...bisa dicoba nih, semoga bisa buat hemat biaya ga penting. Yah kalo gue sih takaran garamnya 3 sendok teh dan airnya 750ml. Oh yah abis direndem semaleman, kalo mau pake soft lensnya dibilas dulu dengan air bersih, kalau nggak rada perih (yah sama aja kaya kalo buka mata di laut).

Cheers AJ!! You're the best :P

Tuesday, September 18, 2007

Cynical Mood

Truth
"There are no truth, only interpretation." ~ Nietczhe


Betul. Kebenaran. Apa itu kebenaran? Buang-buang waktu saja mencari kebenaran. Mencari siapa diriku, siapa dirinya, siapa diri dari orang-orang. Buat apa? Orang-orang percaya dengan apa yang mereka mau percaya. Mereka pikir mereka begini, mereka begitu. Beri mereka lingkungan baru, teman baru, buku baru, musik baru, berita baru. Dalam sekejap, mereka tidak tahu lagi siapa dirinya. Ah begitu mudahnya terpetak dengan apa yang selama ini kamu percaya. Mari kita taruhan, kamu akan menjadi orang berbeda pada situasi mendesak. Disitulah terletak siapa kamu sebenarnya. Bodoh. Apa itu kebenaran. Sadarlah.


"People have a bias opinion towards themselves." ~ Freud.


Kamu pikir kamu pintar? Hanya karena kamu tahu sedikit tentang sesuatu. Apakah itu membolehkan kamu untuk menghabiskan waktuku, dengan semua cerita yang kamu baca dari buku? Tidakkah kamu tahu, bahwa aku, sudah membaca buku itu. Kemana saja kamu?


Kamu pikir kamu yang paling malang? Dan tidak ada satupun orang yang mengerti penderitaan kamu? Bangunlah, sadarlah. Hanya karena aku tidak pernah bercerita tentang kemalanganku bukan berarti kamu bisa menghabiskan waktuku mendengarkan ocehan-ocehan negatifmu. Kamu mau tahu pendapatku? Menurutku kamu sangat menyedihkan. Menurutku kamu ingin dikasihani. Menurutku kamu manja. Dunia ini memang tidak adil. Terbiasalah dengan itu. Masih banyak anak-anak kelaparan di Afrika. Penderita-penderita penyakit genetik yang tidak pernah mengeluh. Apa ini? Kamu berceloteh tentang cerita cintamu, sudahlah simpan saja dukamu itu. Aku tidak punya waktu.


Kamu pikir kamu lucu? Untuk apa kamu menceritakan cerita-cerita "lucu" itu? Sangat tidak berkelas dan hambar. Kenapa kamu terdiam? Apakah kamu membiarkan jeda dalam percakapanmu untuk membiarkan aku tertawa? Aku pernah bertemu dengan orang yang lebih lucu daripada kamu. Sudahlah, kamu buang-buang waktu saja.


Maafkan. Bukannya aku angkuh karena tak menyapamu tadi. Aku tahu ada kamu. Aku melihatmu. Dan akupun melihatmu yang melihat diriku. Aku sebenarnya ingin menyapamu. Tapi aku ingat betapa kamu suka sekali menghabiskan waktuku, maka itu aku pura-pura tidak melihat. Tapi tenanglah. Kau bukan yang terbodoh, yang terbodoh sebenarnya adalah aku. Karena aku, baru menyadari siapa kamu yang sebenarnya sekarang. Akulah yang membiarkanmu menghabiskan waktuku.