Friday, January 30, 2009

Rembulan dalam Neurosis

Cahaya
Rembulan

Dibalik pelipis mataku
Setiap kali ku pejamkan mata
Ada Bulan Sabit mengintip

Kasih sayang yang tak ada habisnya
Seperti sungai mengalir menuju samudra

Adakah aku pernah menyesal?

Adakah diriku menjadi sombong, jika kukatakan Tuhan benar-benar menyayangiku?
Karena itu terpantul dari hambanya yang berada disekitar-ku

Adakah aku pernah menyesal
Jika kulihat cahaya rembulan setiap kali kupejamkan mata

2 comments:

Gege said...

cinta..kau jadi romantis sekali.

makasih ya.

anonymous said...

sama-sama ge...

nah loh luh leh....