Cahaya
Rembulan
Dibalik pelipis mataku
Setiap kali ku pejamkan mata
Ada Bulan Sabit mengintip
Kasih sayang yang tak ada habisnya
Seperti sungai mengalir menuju samudra
Adakah aku pernah menyesal?
Adakah diriku menjadi sombong, jika kukatakan Tuhan benar-benar menyayangiku?
Karena itu terpantul dari hambanya yang berada disekitar-ku
Adakah aku pernah menyesal
Jika kulihat cahaya rembulan setiap kali kupejamkan mata
A blog for a self remainder, medium of expression, contemplation and memory database for all the information I've encounter
Friday, January 30, 2009
Tuesday, December 23, 2008
To hunt and capture happiness
Happiness is when I wake up and I can do my things slowly without being rushed
Happiness is when I see my father's eyes looking at me with pride
Happiness is when I talk to my friends and we understand each other perfectly and connect spiritually
Happiness is when I don't have to live out other's expectation
Happiness is when I dont live under other's rule
Happiness is when I look at my partner's eyes and all I can see in it is love
Happiness is
When I accept myself for who I am, then nothing else matters
because
You can't capture happiness, it has to come from within
Happiness is when I see my father's eyes looking at me with pride
Happiness is when I talk to my friends and we understand each other perfectly and connect spiritually
Happiness is when I don't have to live out other's expectation
Happiness is when I dont live under other's rule
Happiness is when I look at my partner's eyes and all I can see in it is love
Happiness is
When I accept myself for who I am, then nothing else matters
because
You can't capture happiness, it has to come from within
Saturday, November 22, 2008
Tentang Nama*
Saya ituuu yaahhh, sayaaa ("maye bawel ah "terngiang-ngiang hujatan nenek setiap saya ingin bersenang-senang dengan indahnya bahasa, huruf dan kata-kata "baweeeelll")
Oh iya iya...kembali ke topik utama yang belum juga muncul-muncul.
Saya itu paling suka membuka-buka majalah komputer yang isinya duet maut kode html,
css dan ajax web developer dengan guratan-guratan vektor dan 'topeng' cmyk dan rgb
graphix designer. Gambarnya bagus-bagus, membuat hati saya bernyanyi-nyanyi senang.
"Surga duniawi" kata bang Kojak (siapa pula itu Bang Kojak?)
Di kitab suci kode dan vektor itu biasanya artis-artisnya di featured. Ada artis
(baca: seniman bukan selebriti) Italia yang beraliran Japanismo, dengan nama belakang
Satriani misalnya. Ada artis Russia yang beraliran Fontisnimso dengan nama belakang
Trochut misalnya. Ada artis Singapura yang beraliran wood-cut print bernama belakang
Yuen misalnya.
Sebagai orang Indonesia yang ber-expat di negara yang populasi domba-nya lebih banyak
daripada populasi manusianya (heiit bukan Mongolia saudara-saudara)...nama Indonesia
itu begitu orisinal, menarik dan...eksotik?kah?
Di antara nama-nama asing seperti Angelo, Ya Kan, Hibitsu, Radcliffe, Cross,
Bec...tiba-tiba....KURNIAWAN....
Kurniawan. bukankah pemilik namanya begitu mudah untuk ditebak darimana asalnya?
Bukan-kah nama Indonesia itu begitu menarik dan standout jika ditaruh di majalah
asing yang beredar di seluruh dunia yang notabene penduduk aslinya ber-nenek
moyangkan dari Ghaul, Dhanes dan Celtic? (baca: Bule).
Ah, tiba-tiba saya kepingin terkenal, masuk majalah dan kemudian mengganti nama saya
menjadi Sukiyem.
Oh iya iya...kembali ke topik utama yang belum juga muncul-muncul.
Saya itu paling suka membuka-buka majalah komputer yang isinya duet maut kode html,
css dan ajax web developer dengan guratan-guratan vektor dan 'topeng' cmyk dan rgb
graphix designer. Gambarnya bagus-bagus, membuat hati saya bernyanyi-nyanyi senang.
"Surga duniawi" kata bang Kojak (siapa pula itu Bang Kojak?)
Di kitab suci kode dan vektor itu biasanya artis-artisnya di featured. Ada artis
(baca: seniman bukan selebriti) Italia yang beraliran Japanismo, dengan nama belakang
Satriani misalnya. Ada artis Russia yang beraliran Fontisnimso dengan nama belakang
Trochut misalnya. Ada artis Singapura yang beraliran wood-cut print bernama belakang
Yuen misalnya.
Sebagai orang Indonesia yang ber-expat di negara yang populasi domba-nya lebih banyak
daripada populasi manusianya (heiit bukan Mongolia saudara-saudara)...nama Indonesia
itu begitu orisinal, menarik dan...eksotik?kah?
Di antara nama-nama asing seperti Angelo, Ya Kan, Hibitsu, Radcliffe, Cross,
Bec...tiba-tiba....KURNIAWAN....
Kurniawan. bukankah pemilik namanya begitu mudah untuk ditebak darimana asalnya?
Bukan-kah nama Indonesia itu begitu menarik dan standout jika ditaruh di majalah
asing yang beredar di seluruh dunia yang notabene penduduk aslinya ber-nenek
moyangkan dari Ghaul, Dhanes dan Celtic? (baca: Bule).
Ah, tiba-tiba saya kepingin terkenal, masuk majalah dan kemudian mengganti nama saya
menjadi Sukiyem.
Subscribe to:
Posts (Atom)